Minggu, 30 November 2014

MENHAN MENGATAKAN OPTOMIS PRODUSEN ALAT MILITER DALAM NEGERI BAKAL MAJU DAN MODERN


 MENHAN MENGATAKAN OPTOMIS PRODUSEN ALAT MILITER DALAM NEGERI BAKAL MAJU DAN MODERN

Pada 14 November, VOA Indonesia melaporkan bahwa Menhan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, optimis produsen alutsista buatan dalam negeri ramai 3 tahun lagi. Ini disampaikannya sewaktu mengunjungi PT Pindad belum lama ini.

Ia menyampaikan bahwa PT Pindad harus mampu memproduksi senjata sesuai perkembangan. Hal ini lantaran peralatan modern nan canggih sangat dibutuhkan menjaga kedaulatan negara. Saat ini, kendaraan tempur yang dipakai militer Indonesiaantara lain: panser Anoa, Komodo, dan Badak.

Menhan optimis produsen alutsista buatan dalam negeri ramai 3 tahun lagi.
Karyawan PT Pindad - VOAindonesia/Teja Wulan.

“(Kualitas produk Pindad) Maju pesat. Alutsista TNI permintaan baru sesuai dengan visi misinya mandiri. Kita diusahakan untuk semuanya mandiri, walaupun belum 100 persen. Mungkin kalau 100 persen, satu, dua, atau tiga tahun lagi lah ya. Pemerintahan baru Pak Jokowi sangat memperhatikan (alutsista) ini. Kemungkinan kita ajukan dana untuk kemajuan (alutsista) ini, kita harapkan bisa diberikan," ujarnya, yang dikutip Blog Militer Indonesia dari voaindonesia (14/11).

Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Kepala Staf Angkatan Darat menyampaikan bahwa TNI butuh 200 unit lebih alutsista produksi PT Pindad. Ia menilai pasukan yang memakai kendaraan atau alat tempur produksi PT Pindad bisa bersaing dengan negara-negara lain.

“Bicara soal kebutuhan semuanya memang telah terpenuhi. Tapi, kita kan bicara soal mengikuti perkembangan alutsista. Pemenuhan alutsista itu tidak bisa dengan tahapan-tahapan, tetapi langsung loncatan karena teknologi kan berkembang terus. Jadi kita mengambil yang terbaru, terbaik, dan sudah teruji di medan pertempuran," ujarnya.

Sena Maulana selaku juru bicara PT Pindad mengatakan jika perusahaan mereka tengah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk alutsista. Mereka menargetkan pada 2023 bisa menjadi produsen alutsista handal dan terkemuka se-Asia.

“Kita telah melaksanakan peningkatan kemampuan produksi dan kemampuan desain serta kapasitas produksi sudah direncanakan tiga tahun. Jadi per 2015, 2019, dan 2023 itu visi Pindad tahun 2023 kita akan menjadi industri alutsista terkemuka di Asia. Karena kan setiap tahun desain-desain atau memang kebutuhan dari TNI itu di-review kembali," pungkasnya.

PRODUK MILITER BUATAN INDONESIA


PRODUK MILITER BUATAN INDONESIA

*Kapal PKR-105 kerjasama bareng dengan Damen Schelde (photo : Defense Studies)
Spoilerfor PKR 105:

Guided Missile Escort PKR 105 menjadi primadona pada pameran ini. Penunjukan Damen Schelde sebagai mitra PT. Pal untuk membuat kapal ini pada bulan Agustus lalu akan segera diikuti kontrak dengan Kementrian Pertahanan. PKR 105 akan menjadi kapal paling canggih dan modern di armada tempur Angkatan Laut.

*KCR-40 yang sedang dikerjakan oleh Palindo - Batam (photo : Defense Studies)
Spoilerfor KCR 40:

Kapal Cepat Rudal 40 meter ditampilkan oleh 2 perusahaan yaitu PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Pal. Palindo sebagai perusahaan galangan kapal yang berlokasi di Batam saat ini sedang mengerjakan KCR 40 pesanan Angkatan Laut. Kapal ini sudah mengadopsi desain stealth, bentuk radar navigasi yang menjulang tinggi mengingatkan kita pada kapal-kapal milik Angkatan Laut Singapore. Kapal dengan panjang 43 meter ini sanggup dipacu dengan kecepatan 27-30 knot.


*LST-117 rancangan PT. Pal (photo : Defense Studies)
Spoilerfor LST 117:

Ada 2 tipe miniature kapal pendarat tank dengan panjang 117 meter yaitu LST 117 yang dirancang oleh PT. Pal dan yang dirancang oleh PT. Dok Kodja Bahari. Perbedaan yang terlihat nyata pada LST yang dirancang mampu mengangkut helicopter ini adalah penempatan sekoci di bodi samping. Pada disain Pal sekoci diletakkan atas-bawah sehingga bodi kapal menjadi terlihat tinggi, sedangkan disain DKB sekoci diletakkan muka belakang. Kecepatan kapal ini berkisar 14-16 knot.

Riset dan Kerjasama

Berbeda dengan kontrak pengadaan 4 korvet Diponegoro class yang telah selesai dikerjakan oleh Damen Schelde maka dalam pembuatan kapal PKR-105 ini Damen akan bekerja sama dengan PT. Pal dan memberikan transfer teknologi pembuatan kapal tersebut kepada Indonesia.

*Pindad-Tatra sepakat untuk bekerjasama (photo : Defense Studies)
Spoilerfor KC 130:

Pindad ternyata juga telah bekerjasama dengan Tatra pemasok truk dari Ceko. Seperti diketahui, Marinir telah menggunakan truk Tatra 813 8x8 GRAD dan truk 6x6 Tatra 810 untuk mengangkut amunisi roket tersebut. Kedua logo perusahaan ini ditampilkan bersama secara mencolok.
Dilihat dari foto kerjasama itu adalah utk pembuatan Kapal Laut Transportasi C-130
Daya Narik 12-18Ton
Batas Air 120-150CM